Tidur Di Lantai Apakah Baik Untuk Kesehatan


Solusi kita - Saat cuaca sedang panas-panasnya, tidur di lantai jadi cara favorit banyak orang buat mencari kesejukan. Beberapa lainnya mungkin suka rebahan di lantai untuk meredakan rasa sakit akibat nyeri punggung. Namun katanya, tiduran di lantai bisa bikin masuk angin. Jadi, tidur di lantai itu bahu-membahu bermanfaat atau tidak, sih, buat kesehatan?

Manfaat tidur di lantai untuk kesehatan

1. Memperbaiki postur tubuh

Tidur telentang di atas permukaan lantai yang rata dan keras dipercaya sanggup membantu memperbaiki keselarasan tulang belakang.
Beda dengan dikala Anda rebahan di atas kasur empuk. Postur tubuh Anda cenderung ringsek masuk ke dalam mengikuti lekuk kasur sehingga bentuk tulang belakang juga akan berubah mengikutinya. Hal ini menciptakan tulang belakang tidak bisa menopang bentuk alaminya.

2. Menyembuhkan pegal linu

Buat beberapa orang, tidur di lantai sanggup menjadi cara murah meriah untuk meredakan pegal linu dan kaku otot. Apalagi setelah duduk terlalu lama setelah seharian bekerja di kantor.
Pegal linu umumnya disebabkan oleh postur tubuh yang jelek atau kurang gerak. Kebiasaan ini akan terus menekan tulang belakang, otot, dan sendi yang akan mengakibatkan sensasi pegal-pegal di sekujur badan.
Pegal linu juga bisa terjadi bila Anda semalaman tidur di atas kasur yang kelewat empuk. Sebab lekuk tulang belakang akan terus terbiarkan menjorok ke dalam mengikuti bentuk kasur, kesudahannya otot-otot tubuh terasa lebih kaku ketika berdiri pagi.

3. Melancarkan peredaran darah

Tidur di lantai ternyata juga diyakini baik untuk memperlancar peredaran darah. Ketika Anda berbaring mendatar, kerja jantung akan lebih gampang memompa dan mengalirkan darah ke seluruh tubuh karena tidak ada kendala gravitasi dari lekukan atau posisi tubuh yang bisa memperlambat peredaran darah.
Selain itu, sistem limfatik juga bekerja lebih baik dan cepat untuk membilas racun dikala posisi tubuh rebahan mendatar di lantai.

Lalu, apa bahayanya tidur di lantai?

1. Tidur tidak nyenyak

Bagi sebagian orang yang tidak pernah terbiasa rebahan di lantai, tidur di atas permukaan lantai yang keras dan cuek sanggup terasa tidak nyaman. Rasa tidak nyaman ini bisa menciptakan Anda kesulitan tidur nyenyak sehingga justru terbangun makin kelelahan.

2. Bikin pegal dan sakit kepala

Suhu permukaan lantai lebih cuek daripada di atas kasur. Ketika tubuh terpapar oleh suhu cuek dalam waktu yang cukup lama, jaringan tubuh akan mengembang dan membengkak sehingga mengakibatkan ruang persendian terdesak. Hal ini kemudian mengakibatkan rasa nyeri sendi atau sensasi ngilu pada tulang Anda.
Beberapa orang juga justru rentan mengalami sakit kepala sesudah usang tiduran di lantai lantaran penyebab yang sama. Suhu permukaan lantai lebih rendah tapi kelembapannya cukup tinggi sehingga suhu tubuh Anda turun tiba-tiba.
Perubahan lingkungan mendadak ini menciptakan kadar hormon serotonin dalam otak jadi tidak seimbang. Akibatnya, saraf-saraf otak bereaksi secara berlebihan dan mengakibatkan sakit kepala.

3. Pilek dan masuk angin

Kata orang, tidur di lantai bisa bikin pilek dan masuk angin. Ini kurang tepat. Anda sebetulnya tidak bisa serta-merta kena pilek atau masuk angin sesudah rebahan di lantai.
Masuk angin hanyalah sebutan bikinan orang Indonesia untuk mewakili aneka macam gejala kombinasi dari maag (dispepsia) dan flu yang disebabkan oleh banyak hal berbeda, bukan disebabkan oleh “kemasukan” angin malam. Sementara pilek umumnya disebabkan oleh virus atau infeksi bawaan lainnya.
Namun begitu, dikala Anda merasa kedinginan, Anda memang rentan jatuh sakit lebih cepat. Maka untuk mencegah “masuk angin”, sebaiknya gunakan ganjal menyerupai matras yoga atau selimut tebal dikala tidur di atas lantai pada malam hari.

4. Debu, kuman, dan serangga

Meski tampak bersih, permukaan lantai tetap menjadi hunian ideal bagi kuman, debu, dan hewan kecil lainnya yang tidak bisa Anda lihat dengan mata telanjang. Apabila Anda alergi debuatau rentan kena gigitan serangga, tidur di lantai bisa memperparah problem Anda.
Maka itu, baiknya alasi lantai dengan matras tipis untuk menghindari risiko yang tidak diinginkan. Pastikan juga untuk menyapu dan mengepel lantai ruangan biar tidak ada remah makanan yang bisa mengundang datangnya semut atau serangga.