Fakta Menegangkan Wacana Aplikasi Facebook


Solusi kita - Perkiraan data yang dikumpulkan Facebook dari para pengguna sekitar 500 Terra Byte( TB) setiap hari. Sebagai pembanding 1 TB sama dengan 1024 Giga Byte. Padahal suatu film rata-rata mempunyai resolusi 720 piksel yang berukuran 1 GB.
Maka setiap harinya, Facebook kira-kira mengumpulkan data setara dengan 510 ribu film. Ukuran data yang dikumpulkan itu memang sangat mencengangkan, tapi yang lebih mencengangkan yakni apa yang sanggup mereka lakukan dengan data yang sedemikian banyak tersebut.
Berikut ini yakni 6 hal mencengangkan yang sanggup dilakukan Facebook dengan memakai data para penggunanya.

1. Pengenalan Wajah

Ketika ada sobat kita menandai sebuah foto di Facebook, informasi tersebut ditambahkan kepada kumpulan raksasa data atau Big Data di Facebook. Facebook mempunyai bot kecerdasan buatan (artificial intelligence, AI) yang menelusuri data tersebut untuk mencocokkan pola yang ada dengan wajah seseorang.
Facebook mempunyai algoritama yang teramat baik dan mereka mengaku mempunyai ketepatan sampai 98 persen. Dengan setiap unggahan gres suatu foto, maka sistem tersebut menjadi semakin terlatih dalam mencocokan pola wajah seseorang.
Masalahnya yakni kita tinggal menuunggu waktu hingga Facebook menjual informasi tersebut kepada penjual eceran. Rekaan mengenai hal ibarat itu pernah terjadi di film “Minority Report” ketika Tom Cruise berada dalam sebuah toko yang mengganti tampilan manekin menurut informasi yang diketahui toko perihal pelanggan.

2. Selalu Mengetahui Tempat Keberadaan

Jika seseorang memakai aplikasi Facebook Messenger, mungkin saja tidak sempat mengaturnya untuk berhenti membagikan lokasi keberadaannya. Tidak persoalan jikalau kita memang berniat menyebarkan lokasi, tapi bagaimana dengan orang-orang lain semisal stalker yang memang ingin mengikuti kita? Seorang stalker pun sanggup saja menggunakan Facebook Messenger untuk itu.
Seorang pembuat aktivitas melaksanakan pemeriksaan dan membuat plugin untuk perambah Chrome yang disebutnya Marauder’s Map, suatu nama yang mengacu kepada peta yang dimiliki Harry Potter di Hogwarts yang memungkinkannya melihat siapapun yang sedang berada didalam kastil. Marauder’s Map dapat menunjukkan koordinat niscaya teman-teman yang memakai aplikasi Messenger. Hanya dengan melihat suatu peta sederhana, pembuat aktivitas sanggup melihat secara niscaya daerah keberadaan temannya.
Menanggapi hal tersebut, Facebook telah mematikan pembagian lokasi dari aplikasi Messenger. Tapi, hal tersebut bukan berarti Facebook menghentikan pengumpulan data dari para penggunanya.

3. Facebook Serba Mengetahui

Facebook merancang tampilan News Feed semoga para pengguna berkutat selama mungkin. Selama seseorang sedang menelusuri News Feed, maka Facebook membuat data rumit yang terus bertambah yang berkaitan dengan pengguna tersebut.
Facebook membuat profil memakai analisa prediktif yang memungkinkan mereka tahu betapa rentan seseorang terhadap suatu iklan tertentu, kecondongan politik seseorang, atau apakah pengguna memakai uang tunai atau kartu kredit atau lain sebagainya.
Bahkan Facebook melaksanakan dugaan kecerdasan para penggunanya menurut konten yang disukai seseorang. JIka anda ingin tau melihat cuplikan data yang dikumpulkan oleh Facebook, para pengguna sanggup menggunakan plugin Data Selfie pada perambah Chrome untuk sekedar melihat – lihat saja. 

4. Sensor Politik

Facebook pernah menyatakan menuju masyarakat yang bebas dan terbuka, namun mereka telah melaksanakan hal yang sebaliknya alasannya yakni terlibat dalam sensor politik di tingkat negara.
Ada banyak contoh, contohnya pemberangusan atau peniadaan laman yang mengumumkan protes di Rusia, tindakan tersebut diperintah pribadi oleh pemerintah Rusia. Contoh lainnya adalah, ketika Facebook harus mengembangkan perangkat lunak (software) khusus untuk memilah unggahan pengguna. Facebook bahkan melaksanakan sensor ujaran kebencian alasannya yakni suatu forum pemerintah di Inggris mengeluhkannya.

5. Menjual Data

Pasti kita menerka sensor politik sudah sedemikian buruknya, tapi ternyata siapapun sanggup mendapat data atau informasi kita. Seperti halnya, MasterCard yang membeli data Facebook yang berkaitan dengan kebiasaan daring para pengguna semoga mengungkapkan sikap yang sanggup dijual ke bank. Maksudnya yakni untuk menggabungkan data Facebook dengan data yang mereka miliki semoga sanggup menambah penjualan secara daring.
Kita niscaya menerka perlu dana besar untuk membeli data Facebook dan tentunya tidak persoalan alasannya yakni MasterCard yakni perusahaan besar yang mempunyai dana besar. Namun, ternyata pernah ada seseorang yang membayar hanya US$ 5 untuk membeli 1 juta informasi pribadi para pengguna Facebook.
Reaksi Facebook lebih mengerikan lagi. Perusahaan kemudian sekadar meminta orang itu untuk mengembalikan file, menghapus dari komputer miliknya dan “tutup mulut.”

6. Mengetahui Saat Orang Tidur

Ternyata Facebook sanggup mengetahui dikala kita tidur melalui aplikasi Facebook Messenger. Karena merasa ingin tau dengan hal itu, seorang pengembang perangkat lunak bernama Soren Louv-Jansen mulai menggali lebih dalam lagi.
Dan ia berhasil membuat grafik pola-pola tidur semua temannya, melalui hubungan identitas pengguna dan penanda waktu. Seorang hacker melangkah lebih jauh lagi dan mengungkapkan bahwa orang sanggup mengetahui dikala terakhir perangkat orang lain menyala.